The Bumbum and Tintin Story. (Poor Tintin)
Dua hari yang lalu gue telfon-telfonan sama temen gue, ichut. Gue emang lagi seiring komunikasi sama temen gue yang satu ini. Gue kenal ichut dari temen gue, Yuna. Meskipun gue sama ichut udah hampir 4 taun kenal, kita belum pernah ketemu. Kita Cuma komunikasi lewat telfon, sms atau jejaring sosial.
Kembali ke bahasan di kalimat pertama tadi. Gue baru aja beres telfon-telfonan sama ichut. Dan seperti telfon-telfonan kita sebelumnya, hal-hal yang kita bahas pasti random abis. Mulai dari pernah ngapain aja pas lagi pacaran sampai gimana caranya bikin bayi kembar. Khusus bahasan gimana caranya bikin bayi, kita sempet ngerencanain buat bikin 11 bayi biar kalo ntar udah pada gede bisa sekalian bikin tim sepakbola. Yah, random. Kita berdua emang random. Kita nyambung dengan ke-random-an kita. Kadang gue berpikir kalo ichut juga pernah diculik alien buat dicuci otaknya, tapi pas lagi dicuci otak si aliennya salah pake sabun. Alhasil bukannya otak ichut jadi bersih, otaknya jadi random. Sesi bahasan paling random gue dan ichut di telfon hari ini adalah cerita tentang gimana dia menjadi geremo kelinci. Ya, seorang geremo, untuk kelinci.
Jadi begini ceritanya. Temen gue ini punya kelinci peliharaan. Awalnya dia punya dua kelinci peliharaan, jantan dan betina. Si jantan dia kasih nama Bumbum, sedang yang betina dia kasih nama Tintin. Gue nggak ngerti apa filosofinya dia ngasih nama kelinci dengan nama pantat dan detektif berjambul. Ichut melihara bumbum sama tintin udah lumayan lama banget. Dan sejak dari pertama dipelihara, bumbum dan tintin sudah beranak pinak banyak sekali. Yang gue tau udah sekitar sebelas ekor. Ya, bumbum dan tintin gak pake KB. Sayangnya, dari sebelas ekor itu yang tersisa sekarang cuma tiga. Lima ekor mati saat baru aja dilahirin. Sedangkan tiga ekor lagi mati karena tidak diurus dengan baik oleh orang tuanya. gue gak akan ngebahas gimana ceritanya bumbum sama tintin ngerawat anak mereka sehingga akhirnya memakan korban tiga ekor anak mereka karena nanti takutnya tulisan gue ini dibaca kak Seto. Yang bakalan gue bahas adalah cerita gimana bumbum sama tinitin bisa punya anak banyak banget. Gue tau kalo kelinci emang salah satu hewan yang produktif. Meskipun kenyataannya alat kelamin kelinci gak gede-gede banget, tapi ternyata sangat ampuh buat reproduksi. Selain karena emang produktif, proses pembuatan anak bumbum dan tintin ternyata kontroversial. Kenapa kontroversial? Karena tiap kali bumbum pengen making love, tintin sering lari menyelamatkan diri. Mungkin pernikahan tintin dan bumbum adalah pernikahan hasil perjodohan. Kayak Siti Zubaedah sama Datuk Maringgi(Eh, Siti Zubaedah kan? Gue lupa.). Ngeliat keadaan gak jelas kayak gitu, temen gue pun berpikir kalau hal kayak gini terus terjadi, bumbum dan tintin gak bakalan bisa punya anak. Garis keturunan bumbum dan tintin bakalan habis. Punah. Ini gak bole dibiarin terus-terusan kayak gini. Ichut pun lalu berpikir keras mencari cara supaya tintin mau di-gitu-in si bumbum. Mungkin sempet terlintas di otaknya ichut ngajakin bumbum sama tintin nonton film porno supaya bumbum sama tintin terinspirasi (you know what that ‘terinspirasi’ means). Tapi ichut gak mungkin ngajakin mereka nonton film porno. Nanti bumbum dan tintin tau kalau ichut punya koleksi film porno. Terus nanti bumbum dan tintin cerita sama temen-temen kelincinya. Ichut gak mau namanya jadi jelek dimata para kelinci. Lalu terlintaslah sebuah solusi paling jitu diotak ichut. Ichut lalu mengejar tintin yang sedang berlari menghindari keganasan bumbum yang lagi pengen gituan. Melihat ichut ikut berlari, tintin lalu berpikir kalo ichut akan menangkapnya dan lalu menyelamatkannya dari bumbum. Tintin lalu melambatkan laju larinya, sengaja supaya ichut bisa menangkapnya. Ichut pun berhasil menangkap tintin. Tintin pun bahagia telah diselamatkan dari bumbum. Tapi ternyata anggapan tintin salah. Ichut berlari mengejar tintin bukan untuk menolongnya, tapi untuk menolong bumbum. Merasa bahwa dirinya dalam bahaya yang lebih besar, tintin mencoba kabur dari tangan ichut. Tapi cengkraman tangan ichut terlalu kuat. Tangan ichut besar. Tintin tak bisa kabur. Dia hanya mengejang-ngejang. Bumbum pun mendekat. Melihat hal ini pemberontakan tintin semakin menjadi. Namun tangan ichut mencengkeramnya terlalu keras. Beberapa detik kemudian bumbum pun telah berada di samping tintin. Muka bumbum tampak puas. Bumbum lalu berjalan ke arah belakang tintin. Dan lalu terjadilah hal paling sadis di dunia kelinci. Perkosaan yang dibantu oleh manusia. Kasian tintin.
Cukup kontroversial kan?
Hingga detik ini, gue gak tau berapa uang yang diterima ichut dari bumbum setelah dia membantunya untuk memperkosa tintin.
End of story.
Sorry, the story doesn’t as much good as the opening. I’m in the middle of something. Maybe next time i’ll write something more interesting.
This what i’m talking about.
Please, I beg you..Don’t make me love another person.
Ini desktop ku,mana desktopmu?

